Harga Emas Naik Setelah Reli Rekor, Fokus Investor Tertuju pada Pertemuan AS–China
Harga emas dunia naik ke $4.256 per ounce pada 20 Oktober 2025 setelah reli rekor. Didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ketegangan AS–China, dan permintaan safe haven.
Jakarta, 20 Oktober 2025 — Harga emas dunia kembali menguat pada Senin (20/10) setelah mencatatkan reli tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), ketidakpastian akibat potensi government shutdown di Washington, dan meningkatnya permintaan aset safe haven menjelang pertemuan penting antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Emas Sentuh Level $4.256 per Ounce
Berdasarkan data Reuters, harga spot gold naik 0,3% ke level $4.256,84 per ounce, sementara futures emas Desember naik 1,6% ke $4.280,40 per ounce. Kenaikan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat menembus rekor tertinggi $4.378,69 pada Jumat lalu, mencerminkan sentimen bullish yang masih sangat kuat di pasar emas global.
“Selama harga emas tetap di atas level $4.000, saya tidak melihat potensi aksi jual besar-besaran (long liquidation) akan terjadi,” ujar Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, menegaskan bahwa outlook emas masih sangat positif.
Tarik-Menarik Antara Tarif China dan Kebijakan Fed
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan ancaman tarif 100% terhadap produk China, namun kemudian menyatakan bahwa kebijakan tersebut “tidak berkelanjutan” dan akan segera bertemu dengan Presiden Xi Jinping dalam dua minggu ke depan.
Ketegangan ini memperkuat posisi emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik. Sementara itu, pelaku pasar menantikan data inflasi AS (CPI) yang sempat tertunda karena shutdown, dan rapat FOMC The Fed pada 28–29 Oktober 2025, di mana pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 0,25%.
Faktor Ekonomi China Juga Jadi Penopang
Selain faktor AS, perlambatan ekonomi Tiongkok turut mendukung kenaikan harga emas. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu dilaporkan melambat ke level terendah dalam setahun, terutama akibat pelemahan sektor properti.
“Kelemahan di pasar properti China menjadi salah satu sumber dukungan utama bagi harga emas,”tambah Hansen dalam wawancaranya dengan Reuters.
Komoditas Lain: Perak, Platinum, dan Paladium
Sementara itu, harga perak naik 0,3% ke $51,98 per ounce, pulih dari penurunan tajam sebelumnya.Sebaliknya, platinum turun 0,8% ke $1.596,95, dan palladium melemah 2% ke $1.445,24 per ounce.
Secara keseluruhan, harga emas tetap dalam tren naik jangka pendek, ditopang oleh:
-
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed,
-
Ketidakpastian ekonomi akibat shutdown AS,
-
Dan tensi geopolitik antara AS–China.
Jika tekanan ekonomi global terus meningkat dan dolar AS melemah, potensi emas menembus rekor baru di atas $4.400 per ounce masih sangat terbuka.
Share
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

