Yen Melemah di Tengah Ketidakpastian BOJ dan Tekanan Fiskal AS — Peluang Buy di Level 150.72!
Bank of Japan berpotensi menaikkan suku bunga lagi, sementara yen melemah karena ketidakpastian fiskal AS. Simak analisa teknikal dan fundamental terbaru — peluang buy di level 150.72 dengan target 158.8!
Fundamental Analysis
Pasar keuangan global tengah menyoroti sinyal baru dari Deputy Governor Bank of Japan (BOJ), Shinichi Uchida, yang mengisyaratkan kemungkinan pengetatan moneter lanjutan apabila tren ekonomi dan inflasi Jepang sesuai proyeksi. Meskipun tarif impor dari AS memberikan tekanan pada ekspor Jepang, sentimen bisnis domestik justru menunjukkan perbaikan. Hal ini menandakan bahwa kondisi untuk kenaikan suku bunga lanjutan mulai terbentuk. Namun Uchida menegaskan bahwa BOJ akan berhati-hati dan menghindari kebijakan yang “terprogram sebelumnya”. Ia juga menyoroti tingginya ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan perdagangan dan inflasi dunia yang berfluktuasi.Sebelumnya, Gubernur BOJ Kazuo Ueda juga menekankan bahwa setiap kenaikan suku bunga harus didukung oleh pertumbuhan upah dan permintaan domestik yang berkelanjutan, bukan sekadar inflasi sementara.Sebagai catatan, pada Januari lalu BOJ mengakhiri program quantitative easing selama satu dekade dan menaikkan suku bunga ke 0.5%, sebuah langkah bersejarah dalam kebijakan moneter Jepang.
Di sisi politik, kabar bahwa Sanae Takaichi mendapatkan dukungan kuat untuk menjadi Perdana Menteri Jepang berikutnya mendorong ekspektasi bahwa kebijakan fiskal ekspansif akan berlanjut. Pasar pun berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga BOJ akan tertunda, yang dapat melemahkan yen dan menciptakan peluang untuk cross-currency trading.Sementara itu, dari Amerika Serikat, kebuntuan Kongres dalam menyetujui anggaran telah menyebabkan penutupan sebagian sistem peradilan federal, yang pertama dalam hampir tiga dekade. Sekitar 30.000 pegawai peradilan terkena dampaknya, sebagian dirumahkan dan sebagian tetap bekerja tanpa bayaran.
Situasi ini memperburuk ketidakpastian fiskal AS dan menekan sentimen USD di jangka pendek, memberikan momentum tambahan bagi pasangan mata uang berdenominasi yen.
Technical Analysis
Pada timeframe 1D, Bollinger Bands melebar ke atas dengan SMA yang menyebar positif, menandakan tren bullish masih terjaga. Setelah breakout dari garis tren naik, harga mengalami pullback ringan dan kini bergerak di sekitar EMA12.
Namun, terbentuknya death cross pada MACD menunjukkan potensi koreksi lanjutan. RSI di level 55 menunjukkan pasar dalam fase netral, menunggu arah berikutnya.
-
Jika harga mampu bertahan di atas level 150, potensi reli menuju 158.8 tetap terbuka.
-
Sebaliknya, jika gagal bertahan, koreksi bisa menguji zona 148–149.
Pada timeframe 4H, Bollinger Bands menyempit ke bawah, namun MACD membentuk golden cross di bawah garis nol — sinyal awal rebound jangka pendek.
RSI berada di 47, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda.
Selama harga bertahan di atas EMA50 dan middle band, peluang retest ke 153.2 terbuka. Jika tidak, harga bisa turun menuju EMA200 di sekitar 149.2.
Rekomendasi Trading:
-
Arah: Buy
-
Entry Price: 150.72
-
Target: 158.8
-
Stop Loss: 148
-
Support: 150, 148.5, 146.6
-
Resistance: 155, 156.7, 158.8
Strategi: Manfaatkan koreksi untuk buy on dip — potensi profit besar jika harga kembali menguat ke zona 158.
Disclaimer:
Perdagangan forex dan aset derivatif melibatkan risiko tinggi. Semua analisis di atas bersifat informatif dan bukan saran investasi. Selalu sesuaikan keputusan trading Anda dengan profil risiko dan strategi pribadi.
Share
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

