Arus Masuk Bitcoin Treasury Anjlok 99% — Apakah Institusi Mulai Menjauh dari BTC?

Arus masuk Bitcoin Treasury turun 99% dari $2,57 miliar menjadi $33,7 juta per minggu. Meski begitu, perusahaan besar masih menahan lebih dari 865.000 BTC senilai $95 miliar. Para ahli menyebut ini sebagai tanda kedewasaan pasar, bukan penurunan permanen.

Arus Masuk Bitcoin Treasury Anjlok 99% — Apakah Institusi Mulai Menjauh dari BTC?

Bitcoin Treasury Mengalami Penurunan Drastis — Dari $2,57 Miliar ke $33,7 Juta

Arus modal ke Bitcoin Treasury mengalami penurunan tajam sebesar 98,69% dalam tiga bulan terakhir.
Menurut data SoSoValue, inflow mingguan perusahaan non-penambang Bitcoin turun dari $2,57 miliar di awal Agustus menjadi hanya $33,74 juta per minggu pada pertengahan Oktober.

Meski begitu, total Bitcoin yang dipegang oleh perusahaan korporasi justru tetap meningkat, mencapai 865.350 BTC dengan nilai sekitar $95,85 miliar.

Perusahaan Besar Masih Pegang Bitcoin — Tapi Tidak Lagi Agresif

Pemimpin dalam kepemilikan Bitcoin korporasi masih dipegang oleh:

  • Strategy (Michael Saylor): 640.418 BTC senilai $70,9 miliar
  • XXI: 43.500 BTC senilai $4,82 miliar
  • MetaPlanet: 30.823 BTC senilai $3,41 miliar
  • Tesla: 11.509 BTC senilai $1,27 miliar

Menurut Michael Saylor, Bitcoin tetap menjadi “digital gold” — aset lindung nilai terbaik melawan inflasi, pelemahan dolar, dan de-dollarization global.

“Bitcoin adalah perusahaan terbesar dalam sejarah karena ia adalah penyimpan nilai terbesar,” ujar Saylor.

Mengapa Arus Masuk Bitcoin Treasury Anjlok?

Menurut Karim AbdelMawla dari 21Shares, penurunan ini bukan sekadar fluktuasi acak.
Faktor utama yang memicu penurunan antara lain:

  • Kenaikan biaya modal dan suku bunga tinggi
  • Tekanan regulasi terhadap perusahaan pemegang Bitcoin
  • Profit-taking besar-besaran oleh perusahaan yang sudah mencetak keuntungan besar
  • Persaingan dari produk ETF Bitcoin Spot yang lebih transparan dan efisien

Diversifikasi ke aset lain seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan aset yield-bearing di sektor DeFi

“Penurunan ini menandai fase kedewasaan pasar. Perusahaan kini lebih selektif dan strategis dalam mengelola Bitcoin,” jelas AbdelMawla.

ETF Bitcoin Serap Modal Lebih Besar dari Treasury

Sejak disetujui pada Januari 2024, ETF Bitcoin Spot telah mengumpulkan inflow sebesar $61,54 miliar dengan total aset bersih mencapai $143,93 miliar.
AbdelMawla menegaskan bahwa ETF ini “menyedot” banyak modal yang sebelumnya mengalir ke corporate treasuries.

“ETF yang teregulasi menawarkan kemudahan pajak dan transparansi, sehingga lebih disukai institusi,” katanya.

Pandangan Pakar: Ini Bukan Akhir, Tapi Fase Transisi

Menurut Ricardo Santos, CTO MANSA, penurunan 99% bukan berarti perusahaan meninggalkan Bitcoin sepenuhnya.
Sebaliknya, pasar sedang menyesuaikan diri setelah reli besar di 2025.

“Perusahaan masih melihat Bitcoin sebagai aset cadangan strategis. Mereka hanya menjadi lebih hati-hati soal waktu dan skala pembelian,” ungkapnya.

Santos menambahkan bahwa ETF inflows mulai rebound sebesar $2,7 miliar minggu lalu, menandakan minat institusi masih kuat.

Apa yang Harus Dilakukan Investor Retail?

Menurut para ahli, penurunan ini bisa jadi peluang emas untuk akumulasi.
Berikut rekomendasi mereka:

1. Karim AbdelMawla (21Shares):

“Gunakan strategi dollar-cost averaging (DCA) dan alokasikan 5–10% portofolio ke Bitcoin. Diversifikasi dengan emas dan obligasi jangka pendek untuk mengurangi volatilitas.”

2. Jamie Elkaleh (Bitget Wallet):

“Pullback ini justru peluang beli strategis menjelang potensi reli Q4. Gunakan ETF spot untuk eksposur transparan dan hindari risiko governance treasury stocks.”

3. Ricardo Santos (MANSA):

“Beli di saat orang lain panik. Banyak korporasi sudah memegang lebih dari 1 juta BTC — pasokan yang ketat akan mendukung harga jangka panjang.”

Bitcoin Treasury Melambat, Tapi Tidak Mati

Penurunan inflow bukan sinyal akhir dominasi institusional, melainkan tanda kedewasaan pasar.
Perusahaan kini memperlakukan Bitcoin seperti aset strategis — bukan sekadar spekulasi.
Dengan potensi rate cut akhir Oktober dan seasonal Q4 rally, momentum bullish bisa kembali menguat.

Share

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0